<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Pemikiran</title>
	<atom:link href="http://wirianingsih.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wirianingsih.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Apr 2011 15:13:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wirianingsih.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Pemikiran</title>
		<link>http://wirianingsih.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wirianingsih.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Pemikiran" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wirianingsih.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menjadi Ibu Cerdas</title>
		<link>http://wirianingsih.wordpress.com/2011/04/07/menjadi-ibu-cerdas/</link>
		<comments>http://wirianingsih.wordpress.com/2011/04/07/menjadi-ibu-cerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 15:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himmati02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wirianingsih.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[jika menginginkan anak-anak kita cerdas, mulailah dengan menjadikan diri kita sebagai ibu yang cerdas. hanya ibu yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas. Kata cerdas ada perbedaan dengan kata pintar. Cerdas dimaknai oleh para pakar pendidikan dan psikolog sebagai kemampuan mengambil keputusan dengan tepat.  Cerdas juga bermakna seperangkat kemampuan yang terhimpun dalam individu untuk melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=23&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>jika menginginkan anak-anak kita cerdas, mulailah dengan menjadikan diri kita sebagai ibu yang cerdas. hanya ibu yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas. Kata cerdas ada perbedaan dengan kata pintar. Cerdas dimaknai oleh para pakar pendidikan dan psikolog sebagai kemampuan mengambil keputusan dengan tepat.  Cerdas juga bermakna seperangkat kemampuan yang terhimpun dalam individu untuk melihat gejala, menyikapinya ,dan pengendalian diri yang baik. Biasanya cerdas juga menunjukkan indikasi kedewasaan dan kematangan. Orang cerdas biasanya pintar, tapi tidak mesti ditunjukkan dengan angka-angka akademik yang fantastis. Maka biasanya kecerdasan lebih banyak merujuk pada kematangan jiwa seseorang.Emosi yang relatif stabil. Biasanya orang yang emosinya stabil memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dengan baik.</p>
<p>Beberapa pendapat termasuk Gardner menyebutkan bahwa kecerdasan meliputi banyak hal, dimulai dari kecerdasan emosi,kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial, kecerdasan intelektual, kecerdasan ruang. Ada sekitar sembilan kecerdasan. Garner menyebutnya sebagai &#8216;multiple intelegence&#8217;.</p>
<p>Pintar dimaknai sebagai &#8216;cap&#8217; (<em>mark)  </em>terhadap seseorang yang &#8216;kecerdasan intelegensinya ditandai dengan kemampuan meraih standar angka tertentu. Dalam nilai belajar atau nilai akademik, anak pintar biasanya ditujukan untuk mereka yang bisa meraih di atas nilai rata-rata kelas. Pintar juga biasa juga dilekatkan dengan sebutan &#8220;pintar mengemudi mobil&#8217;, &#8216;pintar bikin kue&#8217;, &#8216;pintar menggambar&#8217;, dan banyak lainnya. Jadi pintar juga dapat dilekatkan dengan ketrampilan. Terkadang pintar tidak melulu berarti orang itu cerdas.</p>
<p>Dalam Islam, Rasulullah SAW,mendefinisikan kata cerdas (<em>al-kayyis)</em> sebagai orang yang menyiapkan hidupnya sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian (al-Hadist shohih). Melihat definisi ini cerdas berarti visioner. Orang yang cerdas berpandangan jauh ke depan. Itu sebabnya, kita sering mengatakan mereka yang bekerja, bersikap, dan berfikir visioner adalah orang yang cerdas meskipun nilai matematikanya lima.</p>
<p>Melihat pengertian diatas, penting bagi kita terutama kaum ibu untuk menjadi ibu yang cerdas. Begitu banyak ibu yang berpendidikan tapi juga tidak  cukup cerdas menata kehidupannya,kehidupan keluarganya, dan  apalagi mengasuh anak-anaknya.</p>
<p>Kita sering merasakan kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia. Terutama kewajiban atau tanggung jawab sebagai seorang muslimah.Karena itu, diperlukan kecerdasan yang memadai jika ingin waktu seorang muslimah berdaya guna dan berhasil guna . Inilah pertanyaan terpenting nanti di akhirat, waktumu engkau habiskan untuk apa.</p>
<p>Menjadi ibu yang cerdas merupakan cita-cita bagi seorang perempuan yag memahami arti kehidupan. waktu yang tersedia bagi kehidupan seseorang  sudah dijatah oleh sang maha Pencipta. Tidak lebih dan tidak kurang. Maka penting bagi kita menata waktu sebaik-baiknya agar tidak ada satu hal yang terlewat dalam kehidupan. Semua hendaknya diniatkan untuk semata mengabdi padaNya. artinya, jadikan setiap waktu &#8216;gaul kita&#8217; dengan siapapun hendaknya berkualitas tinggi, termasuk berinteraksi dengan anak-anak kita. Tugas seorang ibu sebenarnya hanyalah &#8216;menghantarkan&#8217; agar anak memiliki kemampuan &#8216;mengarungi  samudra kehidupan yang terbentang luas dengan segala tantangan dan peluangnya&#8217;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wirianingsih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wirianingsih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wirianingsih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wirianingsih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wirianingsih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wirianingsih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wirianingsih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wirianingsih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wirianingsih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wirianingsih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wirianingsih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wirianingsih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wirianingsih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wirianingsih.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=23&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirianingsih.wordpress.com/2011/04/07/menjadi-ibu-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/597b58ced6f896a6cfc897505638d7b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">himmati02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Perempuan</title>
		<link>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/12/13/gerakan-perempuan/</link>
		<comments>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/12/13/gerakan-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 16:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himmati02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wirianingsih.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Bulan lalu, tepatnya tanggal 13 dan 14 November saya menghadiri Konferensi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon yang diselenggarakan oleh 7 organisasi perempuan (berpengaruh) Indonesia yaitu SIKIB (Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu ), KOWANI, Dharma Wanita Persatuan, Dharma pertiwi, Isteri Bhayangkari, Tim Penggerak PKK, dan APPB ( Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan) di Gedung Balai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=14&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan lalu, tepatnya tanggal 13 dan 14 November saya menghadiri Konferensi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon yang diselenggarakan oleh 7 organisasi perempuan (berpengaruh) Indonesia yaitu SIKIB (Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu ), KOWANI, Dharma Wanita Persatuan, Dharma pertiwi, Isteri Bhayangkari, Tim Penggerak PKK, dan APPB ( Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan) di Gedung Balai Kartini ,Jakarta Selatan. Acara dibuka resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono. Peserta datang dari seluruh Indonesia yang mewakili berbagai posisi dan jabatan strategis di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota, antara lain Isteri Gubernur ,isteri Bupati/Walikota, Ketua2 BKOW/GOW, Perwakilan Dharma Wanita Pusat dan Propinsi, serta Pimpinan Organisasi Perempuan<img class="alignnone size-full wp-image-17" title="bersama ketum KOWANI bu Linda Agum Gumelar dan Ketum APPB bu Dewi Motik pada acara Penutupan Konferensi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara,Balai Kartini,14 Nov '08 " src="http://wirianingsih.files.wordpress.com/2008/12/bersama-ketum-kowani-ketum-appb.jpg?w=468&#038;h=351" alt="bersama ketum KOWANI bu Linda Agum Gumelar dan Ketum APPB bu Dewi Motik pada acara Penutupan Konferensi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara,Balai Kartini,14 Nov '08 " width="468" height="351" /> dan Organisasi Massa Perempuan Nasional Tingkat Pusat. Jumlah sekitar 1500 orang.Saya hadir sebagai Ketua Umum PP Salimah yang merupakan anggota KOWANI.</p>
<p>Acara selama 2 hari berlangsung megah, meriah, dan pasti bermanfaat minimal untuk masing-masing peserta. Megah, karena penyelenggaraanya di Gedung yang Megah dengan resepsi kelas pejabat. Meriah karena dilengkapi dengan pameran yang terkait gerakan tanam dan pelihara pohon antara lain :promosi agar masyarakat Indonesia kembali ke alam,dan kembali mengkonsumsi pangan asli Indonesia yang serba sehat, serta pameran produk olahan pangan yang berasal dari bumi Indonesia. Pameran ini menggugah hadirin bahwa Indonesia kaya dengan sumber daya alam dan kaya dengan keanekaragaman hayati sebagai sumber ketahanan pangan masyarakat.</p>
<p>Menteri Pertanian,DR.Ir.anton Apriantono menyebutkan bahwa sebenarnya tidak akan terjadi kekurangan gizi atau kelaparan jika masyarakat Indonesia mencapai ketahanan pangan, yang dapat diproduksi dari pekarangan sendiri atau alam sekitarnya yang dimanfaatkan secara maksimal. Beliau mengatakan bahwa mulai dari sekarang hindari pameo &#8220;belum makan kalau belum makan nasi&#8221;. Sebab banyak makanan pengganti yang nilainya setara dengan nasi termasuk lauk pauknya. Semisal umbi-umbian , ikan, dan sebagainya.</p>
<p>Dan yang pasti bermanfaat adalah selama 2 hari peserta disuguhi berbagai macam materi dan info tentang membangun ketahanan pangan masyarakat, pula dibekali dengan buku-buku, berkas, dan VCD materi para pembicara. Bahkan di dalam kit (yang kami dapat secara gratis) diisi dengan beberapa poster ibu Ani SBY sedang menanam pohon ketika cucu pertamanya lahir. Dalam poster tertulis &#8220;Tanam Satu Pohon Setiap Kelahiran Anak&#8221;.  JIka setiap hari lahir 100.000 anak, maka ada 100.000 ribu pohon ditanam untuk kelangsungan penyelamatan bumi !.</p>
<p>Buat saya, acara ini tidak sekedar seperti apa yang saya sampaikan di atas. Konferensi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara ini adalah sebuah perwujudan konkrit dari sebuah gerakan yang tidak hanya bermain di tingkat ideologi dan wacana.  Gerakan tanam dan pelihara adalah lambang  sebuah pewarisan nilai  tentang masa depan.  Tanam bermakna  tentang harapan untuk hari esok, pelihara bermakna  ungkapan sejati tentang perawatan dan kasih sayang. Dua hal ini adalah esensi fitrah manusia. Berharap hari esok lebih baik.  itu cita-cita setiap insan. dan oleh karenanya manusia selalu ingin mengelola harapan ini ,sehingga  selalu ingin bekerja  dengan merajut   karya dalam waktu yang tiada henti terus berputar dan berubah.  Kasih sayang adalah kebutuhan asasi setiap insan. Ini juga anugrah dari yang Maha Kuasa. Maka oleh karenanya, manusia tidak punah hingga kini.</p>
<p>Gerakan perempuan Tanam dan Pelihara ini adalah bagian dari gerakan perempuan  yang substantif, konkrit, dekat dalam kehidupan, mudah ,dan memberi efek perubahan dari generasi ke generasi tentang penyelamatan bumi. Gerakan ini menjadi efektif karena dimulai dari &#8216;political will&#8217;  Ibu Negara yang diikuti oleh berbagai tokoh perempuan Indonesia yang tergabung dalam organisasi perempuan yang memiliki massa akar rumput dari berbagai tipe. Juga memiliki kekuatan instruksi karena melalui jalur struktur formal. Jika Penggerak PKK tingkat Pusat memberikan instruksi kemudian diikuti oleh tim penggerak PKK sampai ke tingkat desa, bisa dibayangkan seperti apa  kaum ibu menanam pohon di seluruh wilayah Indonesia hingga daerah terpencil. Bagaimnana jika gerakan ini diikuti oleh semua organisasi perempuan yang berpengaruh ! Bumi Indonesia ke depan terhindar dari bencana yang mengerikan. Gejala bencana sudah mulai tampak : banyak tanah longsor, semakin berkurangnya area penyerapan air, banjir yang melanda hampir semua wilayah Indonesia,polusi udara yang semakin kotor  dan udara yang semakin memanas.</p>
<p>Saya berharap  gerakan ini menandai bangkitnya kembali kesadaran Bangsa  Indonesia dari keterpurukan berbagai bidang. Meski sederhana namun memiliki efek domino terhadap perubahan . Selamat untuk Gerakan Perempuan Tanam dan pelihara yang dipelopori oleh 7 organisasi perempuan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wirianingsih.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wirianingsih.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wirianingsih.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wirianingsih.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wirianingsih.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wirianingsih.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wirianingsih.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wirianingsih.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wirianingsih.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wirianingsih.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wirianingsih.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wirianingsih.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wirianingsih.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wirianingsih.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=14&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/12/13/gerakan-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/597b58ced6f896a6cfc897505638d7b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">himmati02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wirianingsih.files.wordpress.com/2008/12/bersama-ketum-kowani-ketum-appb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bersama ketum KOWANI bu Linda Agum Gumelar dan Ketum APPB bu Dewi Motik pada acara Penutupan Konferensi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara,Balai Kartini,14 Nov '08 </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buah Cinta Hasan Al-Banna (part 1)</title>
		<link>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/07/14/buah-cinta-hasan-al-banna-part-1/</link>
		<comments>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/07/14/buah-cinta-hasan-al-banna-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 10:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himmati02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wirianingsih.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Buah Cinta Hasan Al-Banna, sebuah kata pengantar (part 1) Alhamdulillah saya ditawari menulis kata pengantar untuk sebuah karya yang sangat ‘mahal’ ini. Di samping mahal karena memang mendapatkannya jauh di negri orang, juga ‘Mahal’ karena manuskrip ini adalah produk pemikiran seorang arsitek peradaban abad 20 termasyhur Imam Syahid Hasan al-Banna ini . Menurut kisah dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=13&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buah Cinta Hasan Al-Banna, sebuah kata pengantar (part 1)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Alhamdulillah saya ditawari menulis kata pengantar untuk sebuah karya yang sangat ‘mahal’ ini. Di samping mahal karena memang mendapatkannya jauh di negri orang, juga ‘Mahal’ karena manuskrip ini <span> </span>adalah produk pemikiran seorang arsitek peradaban abad 20 termasyhur Imam Syahid Hasan al-Banna ini . Menurut kisah dari penerbitnya, naskah tulisan itu didapat di area yang sepi pengunjung dalam sebuah pameran buku di kairo dan naskah itu<span> </span>sudah lusuh. Mahal karena tema tentang pandangan sang Arsitek ini ditunggu-tunggu oleh mereka para aktivis pergerakan . Apa dan bagaimana sebenarnya pandangan Imam syahid terhadap kiprah akhwat muslimah, bagaimana seharusnya ikhwan menyikapi aktivitas (gerakan) muslimah . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Perjalanan da’wah saya bertemu dengan kader-kader da’wah menampung banyak pertanyaan. Ketika berjumpa dengan kader akhwat maka tema yang masuk hampir sama “dulu sebelum nikah, aktif, setelah nikah tidak bisa aktif”, ‘’bagaimana umi, da’wah memberi<span> </span>saya amanah untuk menjadi fungsionaris, tapi suami saya tidak mengizinkan”, “ bagaimana umi,<span> </span><span> </span>saya mendidik anak-anak sendirian, kalau<span> </span>anak-anak ada masalah yang disalahkan<span> </span>saya” , “bagaimana umi, bukankah da’wah itu harus diusung oleh muslim dan muslimah ?” Masih banyak<span> </span>pertanyaan yang senada seputar tentang peran muslimah dalam rumah dan luar rumah pada tataran praktis. Membumikan nilai-nilai yang dipelajari dan<span> </span>difahami dalam proses tarbiyah dalam kehidupan sehari-hari, sering tidak semudah membalikkan telapak tangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Suatu kali Qailah Umm Bani Anmar pernah datang kepada Nabi meminta petunjuk-petunjuk dalam bidang jual beli . Kisah perempuan itu diuraikan dalam kitab <em>Tabaqat</em> Ibn Sa’id, antara lain dikisahkan bahwa Nabi memberi pesan tentang penetapan harga jual beli. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Isteri Nabi saw Zainab binti Jahsy, juga aktif bekerja sampai pada menyamak kulit binatang, dan hasil usahanya itu disedekahkan . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Asy-syifa, seorang perempuan yang pandai menulis, ditugaskan oleh Khalifah ‘Umar<span> </span>r.a sebagai petugas yang menangani pasar Kota Madinah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Tidak sedikit perempuan yang sangat menonjol pengetahuannya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan menjadi rujukan sekian banyak tokoh lelaki . Isteri Nabi saw ‘Aisyah ra adalah seorang yang sangat dalam pengetahuannya serta dikenal pula sebagai kritis. Beliau sangat dikenal karena kecerdasannya. Ungkapan yang dinisbahkan oleh sementara Ulama sebagai pernyataan Nabi Muhammad saw : “ <em>Ambillah setengah pengetahuan agama kalian dari al-Humairah (‘Aisyah)”</em> .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Asy-syaikhah Syuhrah yang digelar sebagai <em>fakhr an-Nisa </em>(kebanggaan perempuan ) adalah salah seorang guru Imam Syafi’I (tokoh mazhab yang pandangan-pandangannya menjadi anutan banyak umat Islam di seluruh dunia ).<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Kenyataan sejarah menunjukkan sekian banyak di antara kaum perempuan yang terlibat dalam soal-soal politik praktis, Ummu Hani’ misalnya dibenarkan sikapnya oleh Nabi Muhammad saw, ketika memberi jaminan keamanan kepada sementara orang musyrik, (jaminan keamanan merupakan salah satu aspek bidang politik ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Demikian banyak contoh pada masa lalu tentang ragam aktivitas perempuan muslimah. Tidak diragukan akan kesempurnaan ajaran Islam tentang peran perempuan. Sebagai sebuah sistem nilai, Islam bukan hanya sekedar untuk dipelajari seperti sebuah ilmu,namun yang jauh lebih penting adalah mengamalkannya disertai pemahaman. Dari sekian banyak contoh di atas menggambarkan tentang beberapa hal. <strong><em>Pertama</em></strong>, </span><span id="more-13"></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Islam menepis semua anggapan dan budaya perilaku masyarakat yang merendahkan kaum perempuan. Kenyataan bahwa kaum perempuan direndahkan karena memang fakta menunjukkan perempuan menjadi ‘budak peradaban’ .contoh yang paling fenomenal adalah pada masa jahiliyah<span> </span>anak<span> </span>perempuan dikubur hidup-hidup, fisiknya yang halus menarik dan lemah lembut menjadikan perempuan sebagai cermin makhluk paling lemah sehingga mudah saja diperjualbelikan ,( terjadi pada salah satu periode masa Kekhalifahan Turki Ustmani suatu masa paling kelam bagi perempuan yaitu perempuan masuk perangkap <em>‘The slave market’</em> (pasar budak) dimana perempuan tanpa mengenakan busana diperjualbelikan di pasar seperti <span> </span>hewan )<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>, tidak mendapatkan hak bicara dan berpendapat, diperlakukan semena-mena secara seksual. Karena begitu banyak terjadi ketimpangan sosial peran laki-laki dan perempuan ini, sehingga Nabi bersabda :”<em>barangsiapa yang memiliki anak perempuan kemudian diberi pendidikan dengan sebaik-baik pendidikan kelak anak ini akan menjadi tabir dari siksa api neraka</em> ‘’. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi bersabda “<em>orang yang mulia adalah mereka yang memuliakan kaum perempuan”</em>. Bahkan, Nabi memerintahkan untuk meminta pendapat anak perempuannya ketika akan mencarikan jodohny. Tidak hanya memuliakan , Nabi juga memperlakukan mereka dengan sebaik-baik perlakuan dengan memperhatikan perasaan kaum perempuan, berusaha tidak melukai perasaan mereka. Perhatikan kisah Nabi bersama isteri-isterinya, para shahabiyat, dan anak-anak perempuannya. <span> </span><strong><em>Kedua</em></strong><em>, </em>aktivitas perempuan muslimah pada masa lalu itu menggambarkan perempuan yang taat beragama , cerdas, terpelihara martabat keperempuanannya, dan harmoni kehidupan keluarganya, terbukti dengan sebelum melakukan aktivitas , kaum perempuan bertanya lebih dulu kepada Nabi, setidaknya mereka tidak bergerak sebelum mendapat restu dari sang Khalifah amirul Mu’minin. <span> </span><strong><em>Ketiga, </em></strong><em>success story</em><strong> </strong>pada masa lalu itu tidak terlepas dari sukses membangun sinergi antara kaum perempuan dan kaum laki-laki. Tidak ada sebuah pekerjaan apapun di dunia ini yang tidak bisa dilakukan tanpa ada kerjasama antar manusia, khusus terkait membangun peradaban manusia yang sukses dan<span> </span>bermartabat <span> </span>hanya bisa dibangun<span> </span>dengan kerjasama yang harmoni , kompak, dan sinergis antara laki-laki dan perempuan. <span> </span>Sebagaimana Allah menyebutkan dalam al-Qur’an “ <em>Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf , dan mencegah dari yang mungkar </em>….” ( 9 :71). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Diskursus tentang perempuan sepanjang sejarah tidak pernah selesai. Dari berbagai forum diskusi dan seminar dalam dan luar negri dimana saya berkesempatan hadir ,ada beberapa catatan . <em>Pertama</em>, pandangan bahwa perempuan bebas merdeka menentukan nasibnya sendiri tanpa harus bergantung dengan laki-laki. Perempuan memiliki dunianya sendiri dan harus menguasai dunia.<span> </span>Menurut pandangan ini, penyebab segala masalah kaum perempuan adalah kaum laki-laki. Pandangan ini menuntut ditegakkannya ‘<em>gender equality’.</em> Awal April 2008, saya mengikuti seminar Internasional dan <em>executive commitee meeting </em>ICW <em>(International Council of Women) </em>Asia Pasifik di Jakarta yang dihadiri<span> </span>peserta lebih dari 30 negara. ICW adalah sebuah LSM internasional perempuan yang didirikan pada tahun 1988 di Paris . Sejak didirikannya hingga saat ini tuntutan utama <span> </span>adalah masalah kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan.Hal ini terjadi bisa disebabkan salah satunya adalah karena mereka memang tidak mendapatkan keadilan gender. <em>Kedua,</em> pandangan yang mengharuskan perempuan di rumah saja. Menurut pandangan ini , tugas perempuan hanya rumah sementara tugas-tugas diluar rumah itu adalah tugas kaum laki-laki. Akibatnya, perempuan tidak memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan yang layak yang mesti diperolehnya. Padahal Pendidikan penting untuk menjadikan perempuan cerdas yang kelak bermanfaat untuk mengemban tugas-tugas utama sebagai isteri dan ibu.<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Perbedaan kedua pandangan ini lambat laun terbangun secara kultur dalam masyarakat kita. Menyebabkan perempuan kita di persimpangan jalan. Satu sisi ingin maju mengikuti </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">gaya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> hidup bebas namun kehilangan jatidiri sebagai perempuan. Di sisi lain, bertahan dengan jatidiri sebagai perempuan namun tidak memiliki kemampuan mengembangkan diri. <span> </span>Hal ini berdampak pada pembentukan kualitas generasi penerus yang dimulai dari dalam keluarga. <span> </span>Pola asuh yang diwariskan secara turun temurun dengan cara pandang yang tidak berubah tentang pendidikan anak laki-laki dan anak perempuan dalam rumah menyebabkan terbentuknya karakter bangsa yang tidak berubah. Berapa banyak ibu-ibu yang berada diam dalam rumah namun banyak pula keluar dari rumah itu para penghuninya yang menjadi bagian dari masalah dalam masyarakat. Khusus untuk kasus Indonesia, data BNN tahun 2006, pengguna penyalahguna narkoba usia 15 – 30 tahun mencapai angka hampir 4 juta, data BKKBN tahun 2005 aborsi mencapai angka hampir 3 juta orang . Data terbaru ASA Indonesia yang diperoleh dari YKBH sepanjang tahun 2006,anak usia 9-12 tahun sejumlah sekitar 500 anak<span> </span>sudah terpapar pornografi 100%, dan hampir dipastikan Indonesia adalah Negara terkorup di Asia ,sebagaimana diketahui Indonesia adalah Negara dengan penduduk mayoritas muslim di dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Berapa banyak kaum perempuannya yang meninggalkan rumah untuk aktualisasi diri ,dan berapa banyak pula karenanya rumah tangga cerai berai ,dan anak menjadi korban ‘<em>broken home’</em><span> </span>. <span> </span>Islam diturunkan untuk menjadi solusi dan jalan tengah bagaimana seharusnya perempuan<span> </span>muslimah<span> </span>beraktivitas secara proporsional untuk kemudian bersinergi dengan kaum laki-laki membangun peradaban yang bermartabat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Saya ingin katakan disini bahwa keberhasilan membangun da’wah ini salah satu kuncinya adalah kerjasama yang kompak dan harmonis antara ikhwan dan akhwat , sama dengan jika ingin sukses membangun keluarga maka kerjasama suami isteri menjadi sangat penting, saling mengerti potensi masing-masing pasangan untuk kemudian menempatkan dirinya masing-masing secara proporsional<span> </span>dengan tidak meninggalkan hak dan kewajiban serta tugas-tugas utama .<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Buku yang sedang anda baca ini wahai pembaca yang budiman menuntun kita bagaimana seharusnya<span> </span>kita bersikap dan mengaktualisasikan diri untuk bersama membangun da’wah menuju masyarakat dan Negara<span> </span><em>baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur</em>. Pada akhirnya, persepsi dan aplikasi terpulang pada diri kita masing-masing dan masing-masing kita akan mempertanggungjawabkan di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Kepada Penerbit, saya ucapkan terima kasih, jazakumullahu khoiron katsiiro. Insya Allah buku yang berisi kumpulan tulisan para pemikir pergerakan Islam ini memberi inspirasi yang bermanfaat merajut hari esok yang lebih baik . <em>Wallahu a’lam bish-shawab</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Wal ‘afwu minkum. Wassalamu ‘alaikum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>Cimanggis, 15 Mei 2008</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Calibri;"><span> </span>wirianingsih</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Calibri;" lang="IN">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span lang="IN"> </span><span>Mahmud, Jamal ad-Din, <em>Huquq al Mar’ah fi al Mujatama’</em> <em>al-Islami</em> , al-Hai’ah al-Misriyyah, al-Ammah, Mesir,1986, hlm.77 dalam Muhammad Quraish Shihab,<em>Konsep Wanita Menurut Qur’an, Hadis, dan Sumber-Sumber Ajaran Islam </em>,1993, hlm.12</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Calibri;" lang="IN">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span lang="IN"> </span><span>Substansi model perbudakan semacam ini sepanjang sejarah senantiasa terjadi, saat ini marak terjadi <em>trafficking</em> (perdagangan orang),hingga PBB menyelenggarakan<span> </span>Vienna Forum dalam rangka UN GIFT (<em>UN Global Initiative to Fight Trafficking </em>dengan tema <em>“we are not for sale’’</em> pada tanggal 13 – 15 Februari 2008 </span><span>di Wina</span><span>, </span><span>Austria</span><span></span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Calibri;" lang="IN">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span lang="IN"> </span><span>Imam Syahid Hasan al-Banna menyebutkan dalam tulisannya tentang pentingnya kewajiban mendidik kaum wanita karena terkait tugas utamanya sebagai ibu.(hlmn 12)</span></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wirianingsih.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wirianingsih.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wirianingsih.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wirianingsih.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wirianingsih.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wirianingsih.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wirianingsih.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wirianingsih.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wirianingsih.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wirianingsih.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wirianingsih.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wirianingsih.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wirianingsih.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wirianingsih.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wirianingsih.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wirianingsih.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=13&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/07/14/buah-cinta-hasan-al-banna-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/597b58ced6f896a6cfc897505638d7b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">himmati02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa di Malam Hari</title>
		<link>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/07/14/doa-di-malam-hari/</link>
		<comments>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/07/14/doa-di-malam-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 07:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himmati02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wirianingsih.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Bila Mentari Bersinar Terang Terpancar Cahaya Sang Surya Memuji Keagungan Tuhan Pencipta Menyadari Kedhoifan Bila Mentari Menghilang Diri Terbit Pula Kenangan Lalu Tertunduk Kupasrah Sedih Kumenepi Tembus Berliku Oh Tuhanku Yang ESA Ampunilah Hambamu Berikanlah Padaku Kekuatan Mengarungi Fitnah dunia Kumohon Hidayah dari MU Rahmatilah Hidupku Terimalah Taubatku Untuk Menghapus Segala Dosaku Wahai Allah, Wahai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=12&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bila Mentari Bersinar Terang<br />
Terpancar Cahaya Sang Surya<br />
Memuji Keagungan Tuhan Pencipta<br />
Menyadari  Kedhoifan</p>
<p style="text-align:justify;">Bila Mentari Menghilang Diri<br />
Terbit Pula Kenangan Lalu<br />
Tertunduk  Kupasrah Sedih Kumenepi<br />
Tembus Berliku</p>
<p style="text-align:justify;">Oh  Tuhanku Yang  ESA<br />
Ampunilah  Hambamu<br />
Berikanlah Padaku  Kekuatan<br />
Mengarungi Fitnah dunia<br />
Kumohon   Hidayah dari MU<br />
Rahmatilah Hidupku<br />
Terimalah Taubatku<br />
Untuk Menghapus Segala Dosaku</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai Allah, Wahai Pencipta Alam Semesta<br />
Wahai Dzat Yang Menggenggam Jiwa Manusia<br />
Wahai Tuhan Tempat ku kembali</p>
<p style="text-align:justify;">Deburan Ombak di Lepas Pantai<br />
Bergelora Dipukul Badai<br />
Kumpulan  Buih di Tepian<br />
Ia tidak berkekalan<br />
Begitulah hidup manusia</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wirianingsih.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wirianingsih.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wirianingsih.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wirianingsih.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wirianingsih.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wirianingsih.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wirianingsih.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wirianingsih.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wirianingsih.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wirianingsih.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wirianingsih.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wirianingsih.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wirianingsih.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wirianingsih.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wirianingsih.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wirianingsih.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=12&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/07/14/doa-di-malam-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/597b58ced6f896a6cfc897505638d7b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">himmati02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Epilog Seorang pejuang</title>
		<link>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/07/14/epilog-seorang-pejuang/</link>
		<comments>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/07/14/epilog-seorang-pejuang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 06:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himmati02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wirianingsih.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[EPILOG Wirianingsih Berangkat dari keprihatinan yang dalam terhadap berbagai persoalan yang menimpa bangsa besar ini. Dari detik ke detik, dari hari ke hari, dari pekan ke pekan, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, angka keprihatinan itu tidak menyusut turun, bahkan cenderung terus menaik. Berbanding lurus dengan semakin bertambah besarnya jumlah penduduk bangsa tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=9&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">EPILOG</p>
<p style="text-align:justify;">Wirianingsih</p>
<p style="text-align:justify;">Berangkat dari keprihatinan yang dalam terhadap berbagai persoalan yang menimpa bangsa besar ini. Dari detik ke detik, dari hari ke hari, dari pekan ke pekan, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, angka keprihatinan itu tidak menyusut turun, bahkan cenderung terus menaik. Berbanding lurus dengan semakin bertambah besarnya jumlah penduduk bangsa tempat di mana penulis dilahirkan, tanah air tercinta, Indonesia Raya.<br />
Pengguna narkoba di kalangan anak muda pada sebelum dasawarsa 90-an tidak mencapai angka fantastis pada tahun 2006 yang hampir mencapai 3 juta orang.Malah Indonesia termasuk kawasan ‘segitiga emas’ dalam peredaran narkoba, bukan cuma itu,Indonesia termasuk produsen terbesar narkoba di Asia Tenggara.<br />
Pemuda usia 15-24 tahun pada Tahun 2005 di 4 kota jawa barat hampir mencapai 35,56 % yang telah melakukan hubungan seks pra nikah. Tingkat aborsi pada Tahun 2006 hampir mencapai 3 juta orang .Serbuan internet , hand phone, dan keping vcd porno yang sudah masuk ke dalam ruang tidur dan ruang belajar anak-anak bangsa ini membuat miris hati,tanpa pernah bisa disaring penggunaannya telah berjatuhan korban anak-anak usia belia ,hampir sekitar 80% anak usia 9-12 Tahun telah menjadi korban pornografi. Tingkat kenaikan situs porno yang mudah diakses anak-anak usia pelajar berseragam putih merah, putih biru, dan putih abu-abu sangat tinggi hampir 200%, dari sekitar ratusan ribu pada tahun 2003 hingga mencapai  dua juta lima ratus ribu pada Tahun 2005 !, komik porno dengan harga picisan bertebaran di lapak-lapak penjualan majalah yang bertebaran di pinggir-pinggir jalan, bahkan di depan musholla dan depan sekolah yang dengan sangat mudahnya dijangkau tangan mungil anak-anak kita .Apa akibatnya, buah hati kita yang belum waktunya memasuki kehidupan orang dewasa sudah melakukan perbuatan nista, anak usia 14 Tahun memperkosa seorang anak usia SD sekitar 12 Tahun hingga hamil. Kejadian serupa yang menimpa anakanak yang mestinya dilindungi dan dibimbing memasuki masa depan dengan penuh kasih dan menyongsong masa depan yang gemilang ternyata harus hancur pada usia terlalu dini ini semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Jumlah keping vcd porno yang diperankan anak- anak muda terdidik di kalangan kampus bahkan sekarang sampai ke kalangan pelajar menengah terus bertambah. Hampir sekitar 500 keping adegan porno ini di ‘up load’ ke situs-situs porno. Indonesia surga bagi pornografer. .Data terbaru DepKes RI pada Bulan Desember 2007 ini korban HIV/Aids mencapai  2,5 juta orang usia 15-24 Tahun, yang berjatuhan korban itu rata-rata 5000 orang setiap bulan! Sementara itu Majalah berbau pornografi bertebaran di pinggir jalan. Play Boy, MAXIM ,FHM dengan mudahnya menjual selera rendah dan memuaskan instink dasar manusia ini di ruang publik tanpa pernah berfikir eksesnya untuk anak-anak bangsa, hanya untuk kepuasan materi mereguk sebanyak-banyaknya uang.<br />
Wahai Allah,Wahai Maha Penggenggam jiwa manusia, akan kemana bangsa ini ? ketika kebebasan telah membelenggu keinginan atas nama kebebasan berekspresi dan menyampaikan ide sebebas-bebasnya ?<br />
Ketika bangsa ini sudah hampir di jurang kehancuran dengan polah para pemimpinnya yang hobi dengan korupsi, tanpa rasa malu memakan uang rakyat, ketika hukum semakin susah ditegakkan bagaikan menegakkan benang basah, ketika kemiskinan semakin melilit kehidupan rakyat , ketika pendidikan tinggi hanya bisa diraih oleh orang-orang yang berduit, ketika harga  sebuah ‘kesehatan’ itu mahal, ketika kekerasan merasuki ruang keluarga menjadi sesuatu yang biasa, ketika harga seorang perempuan sama dengan barang yang bisa diperjualbelikan ,  ketika gaya hidup semakin egois, individualis, dan serba materialis, ketika itu pula sebagian anak-anak belia bangsa ini mengalami erosi dalam masa tumbuh kembangnya, padahal mereka adalah pemegang tongkat estafeta keberlangsungan bangsa yang berpenduduk lebih dari 250 juta ini.<br />
Namun rupanya, sejarah  kemanusiaan selalu berulang. Tidak semua elemen bangsa tidak berfikir masa depan yang lebih baik, tidak semua hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak semua bertindak semata-mata atas nama kebebasan atau hak asasi untuk menjadi dalih bisa melakukan apa saja di depan publik. Masih ada yang berfikir jernih ke depan untuk menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran. Mungkin mereka tidak banyak, mungkin juga usaha yang mereka lakukan hanya kecil saja. Hanya mencoba melakukan upaya perlindungan hukum agar bangsa ini terlindungi dari tangan-tangan jahat dan keji. Khususnya melindungi anak-anak yang masih bening dan ‘lugu’ untuk tumbuh memenuhi tugas perkembangannya secara sehat dan wajar.<br />
Sudah hampir 9 tahun rancangan undang-undang pornografi digulirkan, inilah rancangan undang-undang terlama yang pernah dibahas  di negri ini.  Sejak pembahasannya di DPR hingga saat ini telah menimbulkan pro kontra yang  mengarah kepada konflik. Mereka yang mendukung rancangan undang-undang pornografi ( sebelumnya rancangan undang-undang anti pornografi dan pornoaksi-RUU APP- ) sebagian besar kelompok Islam menjadikan agama sebagai alasan untuk terbitnya undang-undang pornografi, sementara kelompok yang menolak antara lain dari kalangan budayawan,seniman,para feminis,dan kelompok agama selain Islam, serta mereka yang tidak suka dengan kelompok Islam didukung oleh beberapa tokoh dari kalangan muslim. Alasan yang digunakan antara lain bahwa pornografi sudah diatur dalam KUHP pasal 282 dan 283, lemahnya penegakan hukum ‘law enforcement’, percuma ada undang-undang kalau tidak bisa ditegakan secara efektif, kebebasan berekspresi dan berkarya , hak asasi manusia, keberagaman budaya , kecurigaan pada kepentingan kelompok tertentu ,dan  kebhinekaan bangsa Indonesia. Dengan beberapa alasan ini sampai keluar ancaman beberapa wilayah Indonesia Timur akan melepaskan diri dari Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI ). Hingga ketika beberapa anggota pansus RUU  Pornografi melakukan kunjungan ke suatu wilayah disambut dengan tarian erotis (maaf) hampir tidak berpakaian.<br />
Suatu pagi  <span id="more-9"></span>penulis diundang hadir dalam sebuah diskusi tentang RUU APP oleh forum JFCC (jakarta foreign correspondents club ) .Dalam kesempatan ini penulis mengajak turut serta seorang pakar parenting ‘elly risman-ER-’ (kelak ER ini yang kemudian memaparkan data yang ditemukannya tentang betapa parahnya kondisi anak-anak Indonesia yang sudah terpapar pornografi melalui berbagai media yang sangat mudah diakses oleh anak-anak )  bersama menyaksikan betapa sebagian besar peserta yang belum membaca draft RUU APP itu ,tapi sudah mentah-mentah menolak segala bentuk rancangan undang-undang tentang pornografi pornoaksi. Pernyataan yang dikeluarkan oleh beberapa nara sumber adalah jika RUU APP ini terbit maka akan terjadi ‘arabisasi’ Indonesia, selangkah lagi akan terjadi berdirinya Negara Islam dengan pemberlakuan syariat Islam di Indonesia . Suatu pernyataan yang tidak berdasar namun bisa jadi karena merespon pernyataan dari kelompok Islam yang juga sebagian besar belum membaca draft RUU APP  tapi sudah bulat-bulat mendukung dengan mengeluarkan dalil-dalil ayat al-Qur’an tentang tegaknya Khilafah Islamiyah , tegaknya syariat Islam. Dalil-dalil yang sungguh menakutkan bagi mereka yang hidup di sebuah negara yang ‘bukan-bukan’ seperti Indonesia,( bukan negara agama juga bukan negara sekuler ). Peristiwa ini penulis saksikan di arena ruang sidang komisi VIII DPR ketika anggota Pansus RUU APP menerima delegasi Ormas Islam dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada siang hari setelah mengikuti diskusi pagi hari di JFCC di hari yang sama .<br />
Sungguh prihatin, sementara dua pihak ‘bertikai’,di luar sana para pornografer terus saja memangsa anak-anak, remaja dan pemuda Indonesia, bagai gurita yang terus membesar dan mencengkeram korban tanpa ampun. Wahai, siapa yang peduli ? para orang tua, para orang dewasa bertikai karena hanya memikirkan kepentingan orang dewasa padahal mereka sendiri sebagian mungkin juga sudah jadi korban pornografi yang sungguh sudah banyak merugikan negara milyaran rupiah, terbukti dengan banyak ditemukannya data karyawan yang mengakses materi pornografi dari situs porno, justru dilakukannya ketika jam kerja kantor di kantor-kantor ! Katakanlah ,itu urusan orang dewasa, lalu adakah alasan yang lebih rasional untuk melindungi anak-anak dan remaja Indonesia. Dengan cara apa? Dengan peraturan yang mana? Cobalah telisik semua undang-undang dan peraturan yang ada, mana yang melindungi anak-anak Indonesia dari kejahatan pornografi anak ?<br />
Cobalah kita berhenti sejenak, mari kita tengok hati kita yang paling dalam.Lalu membuka pikiran seluas-luasnya, melihat kepentingan yang jauh lebih besar, yakni penyelamatan keluarga besar bangsa Indonesia. Negara-negara besar yang terkenal liberal sekalipun memiliki Undang-undang yang melindungi anak dari kejahatan pornografi, seperti di AS . Bahwa memang ditemukan pada RUU APP draft awal banyak ditemukan kelemahan, terutama dari sisi naskah akademik, itu hendaknya menjadikan kita semua bisa duduk bersama menepis semua prasangka sebagai sesama anak bangsa , untuk mengkaji dan merumuskan lebih teliti dan teruji secara akademik. Tujuan utama adalah melindungi kepentingan terbaik anak bangsa.<br />
Keprihatinan yang dalam menjadikan penulis menggagas pertemuan para tokoh dan pemangku kepentingan anak. Anak adalah buah hati, permata jiwa. Siapapun ia, agama apapun yang dianut, selama masih berpredikat manusia, nalurinya mencintai anak, berusaha memberikan yang terbaik untuk anak agar ia tumbuh kembang sesuai harapan orang dewasa. Naluri dasar ini adalah anugerah Tuhan, dan oleh karenanya manusia tidak punah sampai sekarang bahkan terus berkembang biak.<br />
Melindungi kepentingan terbaik anak.  Ini jauh lebih penting , karena memang dalam draft awal  itu tidak ada mengatur tentang pornografi anak. Peluang emas tidak pernah berulang dua kali, demikian kata pepatah orang tua. Hal inilah yang mendasari didirikannya Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA Indonesia) pada Bulan April 2006.<br />
Penulis yang kebetulan sebagai ketua umum pimpinan pusat SALIMAH memfasilitasi pertemuan para tokoh dan pemangku kepentingan anak yang peduli dengan kejahatan pornografi anak. Sebelum pertemuan ini, penulis yang sudah kenal cukup lama dengan yang penulis hormati ibu ER beberapa kali sudah mendatangi anggota dewan di komisi 3 dan komsi 8 DPR  agar terbuka mata hatinya, betapa anak-anak Indonesia sudah dalam bahaya bukan lagi dalam ancaman ! Para penyelenggara negara harus segera melakukan langkah-langkah konkrit menyelamatkan anak Indonesia. Undang-undang perlindungan anak saja belum cukup. Usaha yang dilakukan para pencinta  keluarga dan anak yang melakukan penyadaran membangun keluarga yang kokoh dengan program ketahanan keluarga melalui pengasuhan anak secara patut, selama ini bagaikan membangun istana pasir (meminjam istilah azimah-ketua MTP). Anak-anak kita diterpa gelombang badai  industri pornografi !<br />
Alhamdulillah. Dengan izin Allah , Ibu Inke Maris (IM ), seorang Jurnalis TV senior  yang juga sangat peduli dengan kepentingan anak bergabung bersama penulis dan ibu ER untuk sepakat mendirikan sebuah gerakan yang melakukan upaya perlindungan untuk anak-anak Indonesia. Gerakan ini mudah-mudahan  melengkapi semua gerakan dan perjuangan yang sudah ada dan berjalan untuk melindungi kepentingan terbaik anak. Gerakan ini pula ,Alhamdulillah, telah menghimpun siapa saja yang peduli anak hingga melampaui lintas agama, berbagai golongan, dan kesukuan. ASA Indonesia telah dan akan terus -Insya Allah- bergandengan tangan dengan berbagai pihak termasuk pemerintah. Khusus untuk Menkokesra dan Kemenegpora yang telah bergandengan tangan dengan ASA Indonesia mensosialisasikan penyadaran bahaya pornografi bagi anak di beberapa propinsi Indonesia, semoga memberikan manfaat seluas-luasnya.Juga kepada Kementrian Pemberdayaan Perempuan (KPP) yang telah menyertakan ASA Indonesia menghadiri sidang PBB tentang kedudukan perempuan (UN CSW ) ke 51 di New York sehingga semakin membuka mata bahwa pornografi anak telah menjadi musuh bersama (common enemy) semua pemangku kepentingan anak di belahan dunia manapun. Mungkin gerakan ini hanyalah satu titik debu di tengah samudra pasir persoalan anak-anak Indonesia. Titik debu ini  mungkin saja dan semoga  seperti titik cahaya di lorong panjang dan gelap kemelutnya  masalah anak-anak bangsa. Namun setitik cahaya di tengah gelap gulita jauh lebih baik daripada tidak ada cahaya sama sekali.Harapan ke depan ,hingga kita terbebas dari pertanyaan anak cucu dan generasi berikut terhadap apa yang sudah dilakukan oleh orang tuanya pada masa sekarang.Insya Allah, karena kita tidak mewariskan kepada mereka kecuali kebaikan.<br />
Kini, RUU APP yang sempat menghebohkan itu sudah mengalami banyak perubahan. Judul rancangan undang-undangnya berubah menjadi RUU P (rancangan undang-undang pornografi ) dan sudah memuat beberapa pasal terkait perlindungan anak dari pornografi. Sudah sampai tahap pembahasan bersama antara DPR bersama pemerintah. Perubahan ini bukannya tidak menuai kritik,karena draft yang diserahkan DPR kepada pemerintah malah cenderung mengatur pornografi (agak) lebih bebas , namun ada semangat bersama dari pemerintah yang ditangani empat kementrian terkait yaitu KPP,Menkominfo,Dephukham, dan Menag untuk segera menyelesaikan pembahasan rancangan undang-undang yang telah menguras energi ini dengan pembenahan yang lebih baik. Semoga saja semangat ini menjadi titik awal yang baik bagi para pihak yang (ternyata) masih menolak hadirnya undang-undang pornografi, yang masih juga menolak dengan alasan lama, sama, dan kurang relevan, untuk berlapang dada. Semoga menjadi amal baik yang menjadi catatan sejarah. Tentu anak-anak Indonesia akan sangat berterima kasih kepada para orang tua yang telah memberi contoh keteladanan , bahwa meski berbeda pendapat, para orang tua bisa duduk bersama dengan damai dan saling menghormati satu dengan yang lain, karena melihat kepentingan yang jauh lebih besar  yakni anak-anak . Suatu keteladanan yang hampir hilang dari akar bangsa yang terkenal sebagai bangsa religius ini.<br />
Untuk teman-teman seperjuangan di ASA Indonesia yang baru berdiri seumur anak BATITA (bawah tiga tahun),dan semua mitra terkait semoga memiliki stamina panjang karena perjuangan masih panjang dan masih diikat dengan semangat persaudaraan. Ketika penulis sedang menulis naskah ini mendapat berita, salah satu tokoh ASA Indonesia,Ibu Masnah Sari, SH,terpilih menjadi Ketua KPAI 2007 – 2010. Yang penulis hormati dan cintai , Ibu masnah ketika diajukan sebagai calon anggota KPAI adalah sebagai Ketua Divisi Hukum ASA Indonesia. Sekarang ketika posisi beliau sebagai Ketua 1 ASA Indonesia , Allah memberikan kepercayaan dan  meletakkan amanah di pundak beliau sebagai Ketua sebuah badan negara yang memiliki kepentingan dengan perlindungan anak Indenesia.<br />
Amanah ini bukan semata-mata sebagai sebuah kehormatan namun lebih kepada ujian adakah segala yang pernah dibicarakan , digagas, dan kemudian dituangkan dalam tulisan dan program  dapat diwujudkan meski kecil  kepada perlindungan anak Indonesia dimanapun, siapapun status anak itu, dan kapanpun.<br />
Selamat berjuang dan meneruskan perjuangan , semoga tetap dalam ‘on the track’. Percayalah seorang pejuang sejati meski ‘sendiri’ di tengah keramaian, sesungguhnya ia tidak sendiri dan tidak akan pernah merasa kesepian, karena ia senantiasa bersama dan disertai Sang Pemilik Kebenaran Abadi Yang Tidak  Pernah Tidur, Yang Selalu Mengawasi, Tidak Pernah Salah Catat, dan Tidak  Pernah Mati. Dialah  Pencipta Manusia yang akan menghadapi kematian. Last but not least , sebagaimana tabiat manusia sebagai makhluk sosial, setiap golongan pasti ada pengikutnya, demikian pula seorang pejuang kebenaran, perlahan tapi pasti, cepat atau lambat akan memunculkan pengikut-pengikut setia , setidaknya  dalam cita-cita dan sejarah. Wallahu a’lam</p>
<p style="text-align:justify;">Izinkan penulis menyampaikan akhir epilog seorang hamba</p>
<p style="text-align:justify;">Kalibata, 11 Desember 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wirianingsih.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wirianingsih.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wirianingsih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wirianingsih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wirianingsih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wirianingsih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wirianingsih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wirianingsih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wirianingsih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wirianingsih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wirianingsih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wirianingsih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wirianingsih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wirianingsih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wirianingsih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wirianingsih.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=9&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/07/14/epilog-seorang-pejuang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/597b58ced6f896a6cfc897505638d7b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">himmati02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/03/30/psikologi-anak/</link>
		<comments>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/03/30/psikologi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 03:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himmati02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wirianingsih.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[     Suatu kali saya melakukan perjalanan bersama suami dan ketiga anak terkecil menuju kota Kuningan, dalam rangka menghadiri undangan untuk menjadi pembicara dalam sebuah talkshow tentang keluarga. Acara ini sudah dirancang sekitar 6 bulan sebelumnya. Kami menggunakan transportasi darat.Naik kereta api.Kebeteluan stasiun yang dekat dengan tempat tinggal kami di Kalibata adalah stasiun jatinegara. Ketika hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=6&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>     Suatu kali saya melakukan perjalanan bersama suami dan ketiga anak terkecil menuju kota Kuningan, dalam rangka menghadiri undangan untuk menjadi pembicara dalam sebuah talkshow tentang keluarga. Acara ini sudah dirancang sekitar 6 bulan sebelumnya. Kami menggunakan transportasi darat.Naik kereta api.Kebeteluan stasiun yang dekat dengan tempat tinggal kami di Kalibata adalah stasiun jatinegara. Ketika hari yang ditentukan pada awal Januari 2008 ,berangkatlah kami menuju stasiun Jatinegara.</p>
<p>Tiba di stasiun Jatinegara</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wirianingsih.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wirianingsih.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wirianingsih.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wirianingsih.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wirianingsih.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wirianingsih.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wirianingsih.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wirianingsih.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wirianingsih.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wirianingsih.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wirianingsih.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wirianingsih.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wirianingsih.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wirianingsih.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wirianingsih.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wirianingsih.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wirianingsih.wordpress.com&amp;blog=3309271&amp;post=6&amp;subd=wirianingsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wirianingsih.wordpress.com/2008/03/30/psikologi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/597b58ced6f896a6cfc897505638d7b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">himmati02</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
