Gerakan Perempuan

Bulan lalu, tepatnya tanggal 13 dan 14 November saya menghadiri Konferensi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon yang diselenggarakan oleh 7 organisasi perempuan (berpengaruh) Indonesia yaitu SIKIB (Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu ), KOWANI, Dharma Wanita Persatuan, Dharma pertiwi, Isteri Bhayangkari, Tim Penggerak PKK, dan APPB ( Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan) di Gedung Balai Kartini ,Jakarta Selatan. Acara dibuka resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono. Peserta datang dari seluruh Indonesia yang mewakili berbagai posisi dan jabatan strategis di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota, antara lain Isteri Gubernur ,isteri Bupati/Walikota, Ketua2 BKOW/GOW, Perwakilan Dharma Wanita Pusat dan Propinsi, serta Pimpinan Organisasi Perempuanbersama ketum KOWANI bu Linda Agum Gumelar dan Ketum APPB bu Dewi Motik pada acara Penutupan Konferensi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara,Balai Kartini,14 Nov '08 dan Organisasi Massa Perempuan Nasional Tingkat Pusat. Jumlah sekitar 1500 orang.Saya hadir sebagai Ketua Umum PP Salimah yang merupakan anggota KOWANI.

Acara selama 2 hari berlangsung megah, meriah, dan pasti bermanfaat minimal untuk masing-masing peserta. Megah, karena penyelenggaraanya di Gedung yang Megah dengan resepsi kelas pejabat. Meriah karena dilengkapi dengan pameran yang terkait gerakan tanam dan pelihara pohon antara lain :promosi agar masyarakat Indonesia kembali ke alam,dan kembali mengkonsumsi pangan asli Indonesia yang serba sehat, serta pameran produk olahan pangan yang berasal dari bumi Indonesia. Pameran ini menggugah hadirin bahwa Indonesia kaya dengan sumber daya alam dan kaya dengan keanekaragaman hayati sebagai sumber ketahanan pangan masyarakat.

Menteri Pertanian,DR.Ir.anton Apriantono menyebutkan bahwa sebenarnya tidak akan terjadi kekurangan gizi atau kelaparan jika masyarakat Indonesia mencapai ketahanan pangan, yang dapat diproduksi dari pekarangan sendiri atau alam sekitarnya yang dimanfaatkan secara maksimal. Beliau mengatakan bahwa mulai dari sekarang hindari pameo “belum makan kalau belum makan nasi”. Sebab banyak makanan pengganti yang nilainya setara dengan nasi termasuk lauk pauknya. Semisal umbi-umbian , ikan, dan sebagainya.

Dan yang pasti bermanfaat adalah selama 2 hari peserta disuguhi berbagai macam materi dan info tentang membangun ketahanan pangan masyarakat, pula dibekali dengan buku-buku, berkas, dan VCD materi para pembicara. Bahkan di dalam kit (yang kami dapat secara gratis) diisi dengan beberapa poster ibu Ani SBY sedang menanam pohon ketika cucu pertamanya lahir. Dalam poster tertulis “Tanam Satu Pohon Setiap Kelahiran Anak”. JIka setiap hari lahir 100.000 anak, maka ada 100.000 ribu pohon ditanam untuk kelangsungan penyelamatan bumi !.

Buat saya, acara ini tidak sekedar seperti apa yang saya sampaikan di atas. Konferensi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara ini adalah sebuah perwujudan konkrit dari sebuah gerakan yang tidak hanya bermain di tingkat ideologi dan wacana.  Gerakan tanam dan pelihara adalah lambang  sebuah pewarisan nilai  tentang masa depan.  Tanam bermakna  tentang harapan untuk hari esok, pelihara bermakna  ungkapan sejati tentang perawatan dan kasih sayang. Dua hal ini adalah esensi fitrah manusia. Berharap hari esok lebih baik.  itu cita-cita setiap insan. dan oleh karenanya manusia selalu ingin mengelola harapan ini ,sehingga  selalu ingin bekerja  dengan merajut  karya dalam waktu yang tiada henti terus berputar dan berubah.  Kasih sayang adalah kebutuhan asasi setiap insan. Ini juga anugrah dari yang Maha Kuasa. Maka oleh karenanya, manusia tidak punah hingga kini.

Gerakan perempuan Tanam dan Pelihara ini adalah bagian dari gerakan perempuan  yang substantif, konkrit, dekat dalam kehidupan, mudah ,dan memberi efek perubahan dari generasi ke generasi tentang penyelamatan bumi. Gerakan ini menjadi efektif karena dimulai dari ‘political will’  Ibu Negara yang diikuti oleh berbagai tokoh perempuan Indonesia yang tergabung dalam organisasi perempuan yang memiliki massa akar rumput dari berbagai tipe. Juga memiliki kekuatan instruksi karena melalui jalur struktur formal. Jika Penggerak PKK tingkat Pusat memberikan instruksi kemudian diikuti oleh tim penggerak PKK sampai ke tingkat desa, bisa dibayangkan seperti apa  kaum ibu menanam pohon di seluruh wilayah Indonesia hingga daerah terpencil. Bagaimnana jika gerakan ini diikuti oleh semua organisasi perempuan yang berpengaruh ! Bumi Indonesia ke depan terhindar dari bencana yang mengerikan. Gejala bencana sudah mulai tampak : banyak tanah longsor, semakin berkurangnya area penyerapan air, banjir yang melanda hampir semua wilayah Indonesia,polusi udara yang semakin kotor  dan udara yang semakin memanas.

Saya berharap  gerakan ini menandai bangkitnya kembali kesadaran Bangsa  Indonesia dari keterpurukan berbagai bidang. Meski sederhana namun memiliki efek domino terhadap perubahan . Selamat untuk Gerakan Perempuan Tanam dan pelihara yang dipelopori oleh 7 organisasi perempuan.

Buah Cinta Hasan Al-Banna (part 1)

Buah Cinta Hasan Al-Banna, sebuah kata pengantar (part 1)

Alhamdulillah saya ditawari menulis kata pengantar untuk sebuah karya yang sangat ‘mahal’ ini. Di samping mahal karena memang mendapatkannya jauh di negri orang, juga ‘Mahal’ karena manuskrip ini adalah produk pemikiran seorang arsitek peradaban abad 20 termasyhur Imam Syahid Hasan al-Banna ini . Menurut kisah dari penerbitnya, naskah tulisan itu didapat di area yang sepi pengunjung dalam sebuah pameran buku di kairo dan naskah itu sudah lusuh. Mahal karena tema tentang pandangan sang Arsitek ini ditunggu-tunggu oleh mereka para aktivis pergerakan . Apa dan bagaimana sebenarnya pandangan Imam syahid terhadap kiprah akhwat muslimah, bagaimana seharusnya ikhwan menyikapi aktivitas (gerakan) muslimah .

Perjalanan da’wah saya bertemu dengan kader-kader da’wah menampung banyak pertanyaan. Ketika berjumpa dengan kader akhwat maka tema yang masuk hampir sama “dulu sebelum nikah, aktif, setelah nikah tidak bisa aktif”, ‘’bagaimana umi, da’wah memberi saya amanah untuk menjadi fungsionaris, tapi suami saya tidak mengizinkan”, “ bagaimana umi, saya mendidik anak-anak sendirian, kalau anak-anak ada masalah yang disalahkan saya” , “bagaimana umi, bukankah da’wah itu harus diusung oleh muslim dan muslimah ?” Masih banyak pertanyaan yang senada seputar tentang peran muslimah dalam rumah dan luar rumah pada tataran praktis. Membumikan nilai-nilai yang dipelajari dan difahami dalam proses tarbiyah dalam kehidupan sehari-hari, sering tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Suatu kali Qailah Umm Bani Anmar pernah datang kepada Nabi meminta petunjuk-petunjuk dalam bidang jual beli . Kisah perempuan itu diuraikan dalam kitab Tabaqat Ibn Sa’id, antara lain dikisahkan bahwa Nabi memberi pesan tentang penetapan harga jual beli.

Isteri Nabi saw Zainab binti Jahsy, juga aktif bekerja sampai pada menyamak kulit binatang, dan hasil usahanya itu disedekahkan .

Asy-syifa, seorang perempuan yang pandai menulis, ditugaskan oleh Khalifah ‘Umar r.a sebagai petugas yang menangani pasar Kota Madinah.

Tidak sedikit perempuan yang sangat menonjol pengetahuannya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan menjadi rujukan sekian banyak tokoh lelaki . Isteri Nabi saw ‘Aisyah ra adalah seorang yang sangat dalam pengetahuannya serta dikenal pula sebagai kritis. Beliau sangat dikenal karena kecerdasannya. Ungkapan yang dinisbahkan oleh sementara Ulama sebagai pernyataan Nabi Muhammad saw : “ Ambillah setengah pengetahuan agama kalian dari al-Humairah (‘Aisyah)” .

Asy-syaikhah Syuhrah yang digelar sebagai fakhr an-Nisa (kebanggaan perempuan ) adalah salah seorang guru Imam Syafi’I (tokoh mazhab yang pandangan-pandangannya menjadi anutan banyak umat Islam di seluruh dunia ).[1]

Kenyataan sejarah menunjukkan sekian banyak di antara kaum perempuan yang terlibat dalam soal-soal politik praktis, Ummu Hani’ misalnya dibenarkan sikapnya oleh Nabi Muhammad saw, ketika memberi jaminan keamanan kepada sementara orang musyrik, (jaminan keamanan merupakan salah satu aspek bidang politik ).

Demikian banyak contoh pada masa lalu tentang ragam aktivitas perempuan muslimah. Tidak diragukan akan kesempurnaan ajaran Islam tentang peran perempuan. Sebagai sebuah sistem nilai, Islam bukan hanya sekedar untuk dipelajari seperti sebuah ilmu,namun yang jauh lebih penting adalah mengamalkannya disertai pemahaman. Dari sekian banyak contoh di atas menggambarkan tentang beberapa hal. Pertama, Baca selebihnya »

Doa di Malam Hari

Bila Mentari Bersinar Terang
Terpancar Cahaya Sang Surya
Memuji Keagungan Tuhan Pencipta
Menyadari Kedhoifan

Bila Mentari Menghilang Diri
Terbit Pula Kenangan Lalu
Tertunduk Kupasrah Sedih Kumenepi
Tembus Berliku

Oh Tuhanku Yang ESA
Ampunilah Hambamu
Berikanlah Padaku Kekuatan
Mengarungi Fitnah dunia
Kumohon Hidayah dari MU
Rahmatilah Hidupku
Terimalah Taubatku
Untuk Menghapus Segala Dosaku

Wahai Allah, Wahai Pencipta Alam Semesta
Wahai Dzat Yang Menggenggam Jiwa Manusia
Wahai Tuhan Tempat ku kembali

Deburan Ombak di Lepas Pantai
Bergelora Dipukul Badai
Kumpulan Buih di Tepian
Ia tidak berkekalan
Begitulah hidup manusia

Epilog Seorang pejuang

EPILOG

Wirianingsih

Berangkat dari keprihatinan yang dalam terhadap berbagai persoalan yang menimpa bangsa besar ini. Dari detik ke detik, dari hari ke hari, dari pekan ke pekan, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, angka keprihatinan itu tidak menyusut turun, bahkan cenderung terus menaik. Berbanding lurus dengan semakin bertambah besarnya jumlah penduduk bangsa tempat di mana penulis dilahirkan, tanah air tercinta, Indonesia Raya.
Pengguna narkoba di kalangan anak muda pada sebelum dasawarsa 90-an tidak mencapai angka fantastis pada tahun 2006 yang hampir mencapai 3 juta orang.Malah Indonesia termasuk kawasan ‘segitiga emas’ dalam peredaran narkoba, bukan cuma itu,Indonesia termasuk produsen terbesar narkoba di Asia Tenggara.
Pemuda usia 15-24 tahun pada Tahun 2005 di 4 kota jawa barat hampir mencapai 35,56 % yang telah melakukan hubungan seks pra nikah. Tingkat aborsi pada Tahun 2006 hampir mencapai 3 juta orang .Serbuan internet , hand phone, dan keping vcd porno yang sudah masuk ke dalam ruang tidur dan ruang belajar anak-anak bangsa ini membuat miris hati,tanpa pernah bisa disaring penggunaannya telah berjatuhan korban anak-anak usia belia ,hampir sekitar 80% anak usia 9-12 Tahun telah menjadi korban pornografi. Tingkat kenaikan situs porno yang mudah diakses anak-anak usia pelajar berseragam putih merah, putih biru, dan putih abu-abu sangat tinggi hampir 200%, dari sekitar ratusan ribu pada tahun 2003 hingga mencapai dua juta lima ratus ribu pada Tahun 2005 !, komik porno dengan harga picisan bertebaran di lapak-lapak penjualan majalah yang bertebaran di pinggir-pinggir jalan, bahkan di depan musholla dan depan sekolah yang dengan sangat mudahnya dijangkau tangan mungil anak-anak kita .Apa akibatnya, buah hati kita yang belum waktunya memasuki kehidupan orang dewasa sudah melakukan perbuatan nista, anak usia 14 Tahun memperkosa seorang anak usia SD sekitar 12 Tahun hingga hamil. Kejadian serupa yang menimpa anakanak yang mestinya dilindungi dan dibimbing memasuki masa depan dengan penuh kasih dan menyongsong masa depan yang gemilang ternyata harus hancur pada usia terlalu dini ini semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Jumlah keping vcd porno yang diperankan anak- anak muda terdidik di kalangan kampus bahkan sekarang sampai ke kalangan pelajar menengah terus bertambah. Hampir sekitar 500 keping adegan porno ini di ‘up load’ ke situs-situs porno. Indonesia surga bagi pornografer. .Data terbaru DepKes RI pada Bulan Desember 2007 ini korban HIV/Aids mencapai 2,5 juta orang usia 15-24 Tahun, yang berjatuhan korban itu rata-rata 5000 orang setiap bulan! Sementara itu Majalah berbau pornografi bertebaran di pinggir jalan. Play Boy, MAXIM ,FHM dengan mudahnya menjual selera rendah dan memuaskan instink dasar manusia ini di ruang publik tanpa pernah berfikir eksesnya untuk anak-anak bangsa, hanya untuk kepuasan materi mereguk sebanyak-banyaknya uang.
Wahai Allah,Wahai Maha Penggenggam jiwa manusia, akan kemana bangsa ini ? ketika kebebasan telah membelenggu keinginan atas nama kebebasan berekspresi dan menyampaikan ide sebebas-bebasnya ?
Ketika bangsa ini sudah hampir di jurang kehancuran dengan polah para pemimpinnya yang hobi dengan korupsi, tanpa rasa malu memakan uang rakyat, ketika hukum semakin susah ditegakkan bagaikan menegakkan benang basah, ketika kemiskinan semakin melilit kehidupan rakyat , ketika pendidikan tinggi hanya bisa diraih oleh orang-orang yang berduit, ketika harga sebuah ‘kesehatan’ itu mahal, ketika kekerasan merasuki ruang keluarga menjadi sesuatu yang biasa, ketika harga seorang perempuan sama dengan barang yang bisa diperjualbelikan , ketika gaya hidup semakin egois, individualis, dan serba materialis, ketika itu pula sebagian anak-anak belia bangsa ini mengalami erosi dalam masa tumbuh kembangnya, padahal mereka adalah pemegang tongkat estafeta keberlangsungan bangsa yang berpenduduk lebih dari 250 juta ini.
Namun rupanya, sejarah kemanusiaan selalu berulang. Tidak semua elemen bangsa tidak berfikir masa depan yang lebih baik, tidak semua hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak semua bertindak semata-mata atas nama kebebasan atau hak asasi untuk menjadi dalih bisa melakukan apa saja di depan publik. Masih ada yang berfikir jernih ke depan untuk menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran. Mungkin mereka tidak banyak, mungkin juga usaha yang mereka lakukan hanya kecil saja. Hanya mencoba melakukan upaya perlindungan hukum agar bangsa ini terlindungi dari tangan-tangan jahat dan keji. Khususnya melindungi anak-anak yang masih bening dan ‘lugu’ untuk tumbuh memenuhi tugas perkembangannya secara sehat dan wajar.
Sudah hampir 9 tahun rancangan undang-undang pornografi digulirkan, inilah rancangan undang-undang terlama yang pernah dibahas di negri ini. Sejak pembahasannya di DPR hingga saat ini telah menimbulkan pro kontra yang mengarah kepada konflik. Mereka yang mendukung rancangan undang-undang pornografi ( sebelumnya rancangan undang-undang anti pornografi dan pornoaksi-RUU APP- ) sebagian besar kelompok Islam menjadikan agama sebagai alasan untuk terbitnya undang-undang pornografi, sementara kelompok yang menolak antara lain dari kalangan budayawan,seniman,para feminis,dan kelompok agama selain Islam, serta mereka yang tidak suka dengan kelompok Islam didukung oleh beberapa tokoh dari kalangan muslim. Alasan yang digunakan antara lain bahwa pornografi sudah diatur dalam KUHP pasal 282 dan 283, lemahnya penegakan hukum ‘law enforcement’, percuma ada undang-undang kalau tidak bisa ditegakan secara efektif, kebebasan berekspresi dan berkarya , hak asasi manusia, keberagaman budaya , kecurigaan pada kepentingan kelompok tertentu ,dan kebhinekaan bangsa Indonesia. Dengan beberapa alasan ini sampai keluar ancaman beberapa wilayah Indonesia Timur akan melepaskan diri dari Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI ). Hingga ketika beberapa anggota pansus RUU Pornografi melakukan kunjungan ke suatu wilayah disambut dengan tarian erotis (maaf) hampir tidak berpakaian.
Suatu pagi Baca selebihnya »

     Suatu kali saya melakukan perjalanan bersama suami dan ketiga anak terkecil menuju kota Kuningan, dalam rangka menghadiri undangan untuk menjadi pembicara dalam sebuah talkshow tentang keluarga. Acara ini sudah dirancang sekitar 6 bulan sebelumnya. Kami menggunakan transportasi darat.Naik kereta api.Kebeteluan stasiun yang dekat dengan tempat tinggal kami di Kalibata adalah stasiun jatinegara. Ketika hari yang ditentukan pada awal Januari 2008 ,berangkatlah kami menuju stasiun Jatinegara.

Tiba di stasiun Jatinegara